20LEGEND! Ini Bukti Kejeniusan Solskjaer Lawan Arsenal

Berita MUFCSaat Solskjaer baru datang dan membawa 2-3 kemenangan, orang-orang mengatakan itu keberuntungan. Bahkan setelah 5 kemenangan beruntun, orang masih mencibir dan mengatakan ia hanya beruntung. Namun kini setelah meraih 8 kemenangan beruntun, mencatat rekor 100% kemenangan dalam 8 laga, dan mengalahkan Tottenham Hotspur dan Arsenal di kandang mereka, apakah ini juga sebuah keberuntungan?

PERHATIAN! Kami telah mendeteksi adanya pelanggaran pidana Hak Cipta berupa pemuatan artikel kami di situs lain tanpa penulisan sumber lengkap serta penerapan kaidah yang diperbolehkan    secara hukum. Setiap pelanggaran akan kami tuntut sesuai UU No 28 Tahun 2014 Pasal 113  tuntutan maksimal 10 tahun penjara dan/atau denda 4 miliar rupiah.

Rasanya sulit menilai ini sebagai keberuntungan, jika kita melihat hal-hal apa saja yang telah dilakukan Solskjaer bagi tim. Paling tidak ada beberapa bukti kejeniusannya di laga dini hari tadi melawan Arsenal. Kita mungkin akan teringat pada sosok Fergie di masa lalu.

Berikut adalah bukti kejeniusan 20LEGEND milik kita:

  • Sejak awal, Solskjaer tahu Alexis Sanchez akan bersinar di Emirates.

Orang-orang merasa penasaran, apakah OGS berani menurunkan Sanchez yang baru cedera sebagai starter di laga ini. Dengan kalem, OGS mengatakan bahwa ia yakin Sanchez akan bersinar di laga ini. OGS percaya, Sanchez akan menyukai disoraki oleh bekas pendukungnya, dan akan tampil bagus untuk membungkam supporter Arsenal. Buktinya? Sanchez mencetak gol pembuka yang cantik tadi malam.

  • Merotasi pemain seperti Fergie.

Sadar timnya akan menjalani laga berat di Februari ini (menghadapi PSG dan Liverpool), Solskjaer memutuskan merotasi pemain. Tidak seperti Mourinho yang kerap merotasi 11 pemain sekaligus, OGS mengikuti jejak Fergie. Ia tidak merombak tim secara total. Ia mengistirahatkan 4 pemain inti di laga ini, yaitu David de Gea, Phil Jones, Anthony Martial, dan Marcus Rashford. Ia pun memainkan Sergio Romero, Eric Bailly, Alexis Sanchez, dan Romelu Lukaku. Keempat pemain itu terbukti bugar dan mampu bermain optimal. Di laga sebelumnya, Ole mengistirahatkan LukeShaw dan memainkan Diogo Dalot. Terkadang Fred juga menjadi starter menggantikan Herrera. Namun ia tak pernah merotasi tim secara total. Persis dengan yang dulu sering dilakukan oleh Fergie.

  • Memainkan pola 4-4-2 yang dimodifikasi.

Saat melihat susunan pemain awal, Arsenal mungkin akan menduga MU memainkan pola 4-3-3 seperti biasa. Nyatanya? Di lapangan, MU bermain dengan pola 4-4-2. Romelu Lukaku bermain sebagai penyerang yang melebar ke kanan, sementara Alexis Sanchez bermain melebar ke kiri. Kedua pemain bertugas menarik pemain bertahan lawan ke arah luar. Jesse Lingard yang bermain sebagai attacking midfielder akan menusuk ke dalam. Ini terlihat sekali di gol kedua yang dicetak Lingard. Paul Pogba, Nemanja Matic, dan Ander Herrera bermain sebagai gelandang bertahan yang sejajar di belakang Lingard. Pola ini sangat efektif dalam melakukan counter attack.

  • Mengandalkan serangan balik yang berbahaya.

Ini diakui sendiri oleh OGS. Arsenal memiliki kelemahan dalam menghadapi serangan balik, dan hal inilah yang dimanfaatkan oleh United.

  • Memasukkan Rashford dan Martial di saat yang tepat.

Saat Muunggul 2-1, Arsenal terus menekan. Dan Solskjaer menarik Lukaku dan Sanchez di saat yang tepat. Ia memasukkan Martial dan Rashford, yang membuat para pemain belakang Arsenal ketakutan untuk maju menyerang. Mereka tahu, kedua pemain muda itu memiliki kecepatan yang berbahaya. Akibatnya, serangan Arsenal menjadi tak optimal. Apalagi, Martial dan Rashford masih dalam kondisi bugar, menghadapi pemain belakang Arsenal yang lelah. Hasilnya? Satu gol dicetak Martial dan beberapa peluang berbahaya diciptakan Rashford.

  • Memasukkan Phil Jones.

Ini yang paling saya suka. OGS memasukkan Jones dan mengganti Lingard. Ini keputusan yang tepat, mengingat Lingard sedang berada dalam emosi tinggi akibat lemparan koin penonton. Masuknya Jones ke lini belakang membuat MU bermain dengan pola 5-3-2. Ashley Young yang tadinya sering dikeroyok di sisi sebelah kanan, kini memiliki partner untuk bertahan. Hasilnya? Arsenal gagal menambah jumlah gol mereka.

Itulah contoh-contoh kejeniusan si manajer yang murah senyum itu. Rasanya, sungguh keterlaluan jika manajemen MU tidak mengangkatnya menjadi manajer permanen di akhir musim nanti.

Sebagai akhir, meski cuma fans, doa dan sifat rendah hati kita juga dibutuhkan di sini. Jangan merasa sombong, arogan, apalagi merendahkan tim lain. Tetap berdoa dan tetap dukung Manchester United.

GGMU!

Baca berita terbaru setiap hari, gabung dengan telegram kami di http://t.me/beritamufc

Baca juga berita seru terbaru Manchester United lainnya di beritamufc.com

(RN)

Sumber Gambar:  https://www.msn.com

Share

Leave a Reply

HTML Snippets Powered By : XYZScripts.com