Biografi Legenda: Ryan Giggs Penyihir dari Wales (2)

iklan mufc agustus2

BeritaMUFC.com   Dua tahun Ryan Giggs berada di U-14 Manchester United. Dia memiliki tantangan untuk masuk ke-U-16 hingga U-19. Tapi banyak pemain seangkatannya yang gagal untuk naik ke usia berikutnya dan pindah klub. Apalagi MU ketika itu ingin memperkuat squad akademinya dengan merekrut beberapa pemain dari luar.


PERHATIAN! Kami telah mendeteksi adanya pelanggaran pidana Hak Cipta berupa pemuatan artikel kami di situs lain tanpa penulisan sumber yang lengkap serta penerapan kaidah yang diperbolehkan secara hukum. Setiap pelanggaran akan kami tuntut sesuai UU No 28 Tahun 2014 Pasal 113 dengan tuntutan maksimal 10 tahun penjara dan/atau denda 4 miliar rupiah.


Ryan Giggs akhirnya lolos bersama Colin Mckee dan George Switzer dan ditawarkan perpanjang kontrak. Ketika itu bergabung banyak pemain muda dari luar klub. David Beckham, Keith Gillespie, Gary Neville, Nicky Butt, Paul Scholes, Ben Thornley, Simon Davies, Chris Casper, John O’Kane, Robbie Savage, Collin Ruddock, dan Kevin Pilkington.

Ryan Giggs dan kawan-kawan barunya langsung akrab. Mereka kadang jalan-jalan bersama dan pergi bermain billiard atau saling berkunjung ke rumah. Ryan Giggs menjadi panutan rekan-rekannya ketika itu. Gary Neville bahkan sempat minder melihat permainan Ryan Giggs.

“Jika permainan seperti yang dia mainkan menjadi standar di sini, lebih baik aku pulang saja ke Bury” kata Gary Neville.

Walau begitu Ryan Giggs tetaplah rendah hati. Dia dan rekan-rekannya kadang melakukan kenakalan-kanakalan layaknya anak-anak yang baru tumbuh menjadi remaja. Usia Ryan Giggs mungkin setahun lebih tua dari rekan-rekannya hingga tak heran jika dia begitu dihormati di sesi latihan yang ketika itu ditangani Eric Harisson.

Tahun 1990 ketika itu Manchester United menjuarai Piala FA yang merupakan gelar pertama Alex Ferguson. Pada saat itu Ryan Giggs masih memperkuat tim akademi dan ikut bersorak melihat para seniornya mengalahkan Crystal Palace di final. Ketika itu Ryan Giggs yang melihat suasana kemenangan sangat berharap dia berada bersama-sama para pemain di pertandingan seperti suatu hari nanti.

Langkah Ryan Giggs akhirnya maju setahap ketika di sela-sela kesibukannya dengan tim Akademi, dia dipanggil oleh Jimmy Ryan, pelatih tim cadangan untuk bermain di pertandingan antar cadangan. Tentu saja Giggs melihat ini sebagai kesempatan yang baik. Di tim cadangan berbeda dengan tim akademi. Jika di akademi dia menghadapi rata-rata pemain yang seusia, di tim cadangan tak ada batasan umur. Dia bisa mengembangkan permainannya dengan bermain menghadapi pemain-pemain yang sudah berpengalaman.

Ketika itu dia bermain bersama Mark Robins, Mike Phelan, Gary Walsh, Russell Beardsmore, juga anak Alex Ferguson, Darren Ferguson dan kakak-kakak angkatannya yang lain. Alex Ferguson diam-diam mengamati permainan Ryan Giggs dan dia membuat keputusan yang membuat Ryan Giggs kegirangan.

Sebelum menghadapi Everton di Liga Inggris, Ferguson memanggil Ryan Giggs untuk berlatih di tim utama. Bagi pemain yang baru berusia 17 tahun tentu saja ini akan menjadi pengalaman yang hebat.

“Di pimpin tiga manajer yang berbeda dalam satu bulan membuat kita semakin banyak belajar” kata Ryan Giggs ketika itu.

Kebahagian Ryan Giggs bertambah ketika Alex Ferguson mengumumkan line up pemain di hari Kamis, dua hari sebelum pertandingan pada tanggal 2 Maret 1991 di Old Trafford. Nama Ryan Giggs masuk di bangku cadangan. Dia kini merasa semakin mendekati idolanya, George Best, yaitu bermain dengan seragam United.

Media-media kemudian memberitakan besar-besaran. ‘Sang George Best Baru akan Dimainkan di Babak Kedua’. Tekanan dari media ini membuat Ryan Giggs sempat gugup, beruntung dia dikelilingi senior-senior yang menguatkan mentalnya. Bryan Robson, Paul Ince, dan Lee Sharpe membatunya hingga dia menjadi tenang. Di babak kedua? Tidak, ternyata di menit 25 dia sudah dimainkan ketika Denis Irwin cedera. Dia bermain di pertandingan itu walau ketika itu tidak ada yang spesial karena United kalah 0-2 di kandang sendiri.

Berbekal pengalaman itulah dia bisa bermain lepas di tim cadangan dan tim akademi. Dia terus mengasah skill dan fisiknya sembari menunggu kesempatan untuk kedua kalinya bermain di tim utama lagi. Dua bulan setelah debutnya, tepatnya tanggal 4 mei 1991 ketika pertandingan Derby Manchester adalah hari yang tak pernah dilupakannya.

Ketika itu dia kembali dipanggil di tim utama. Pikirnya dia akan kembali main di babak kedua dengan duduk di bangku cadangan. Sebenarnya dia sudah bertekat begitu dia dimainkan, dia akan tampil maksumal. Tim ketika itu sedang berusaha menjaga kebugaran pemain utama menjelang final Piala Winners menghadapi Barcelona. Tentu dia bisa saja dimainkan menggantikan Lee Sharpe atau Danny Wallace. Yang membuatnya terkejut ketika Alex Ferguson mengumumkan nama pemain starter, Alex Ferguson sengaja mengumumkan posisi sayap kiri paling terakhir. Giggs hanya berdiri mendengarkan pengumuman nama pemain dan terkejut ketika Ferguson mendatanginya.

“Ryan kamu di sayap kiri hari ini” kata Alex Ferguson.

“Aku?” kata Ryan Giggs yang mengaku gugup ketika itu.

“Rasanya seperti naik pesawat dan ketika take off, semua tangan mati rasa ketika itu” cerita Giggs tentang perasaannya saat itu.

Publik Old Trafford menyambutnya dengan meriah ketika itu. Para pemain senior pun mendukung Ryan Giggs yang membuat Ryan Giggs sangat menikmati permainannya. Hati Ryan Giggs semakin berbunga-bunga ketika dia menyambut umpan Brian McClair dan bola masuk ke gawang (Walau sekilas terlihat Collin Hendry melakukan gol bunuh diri) tapi papan skor menulis gol dicetak oleh Ryan Giggs. Gol itu menjadi satu-satunya gol di pertandingan itu. Para fans United pun menyambut dengan berkata ‘Giggs telah datang!’

Momen itu merupakan momen bersejarah Giggs, sayangnya dia tidak masuk dalam squad di final Piala Winners di mana United menang 2-1 atas Barcelona. Ketika itu posisi sayap kiri diisi oleh Lee Sharpe dan Danny Wallace sebagai cadangannya. Catatan Ryan Giggs ini menjadi modal untuk berjuang mendapatkan tempat di tim utama musim 1991/1992 berikutnya. (Bersambung) (Uck)

Sumber gambar www.gettyimages.com

Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

HTML Snippets Powered By : XYZScripts.com