Biografi Legenda: Ryan Giggs Penyihir dari Wales (3)

iklan mufc agustus3

BeritaMUFC.com  Setelah debutnya di musim 1990-1991, Ryan Giggs berharap di musim 1991/1992 dia akan mendapatkan kesempatan lebih banyak. Tapi tak disangka setelah pulang liburan, dia yang bersiap untuk mempersiapkan dirinya dengan tim akademi justru diajak oleh Alex Ferguson ikut dengan tim utama di pertandingan pra musim.


PERHATIAN! Kami telah mendeteksi adanya pelanggaran pidana Hak Cipta berupa pemuatan artikel kami di situs lain tanpa penulisan sumber yang lengkap serta penerapan kaidah yang diperbolehkan secara hukum. Setiap pelanggaran akan kami tuntut sesuai UU No 28 Tahun 2014 Pasal 113 dengan tuntutan maksimal 10 tahun penjara dan/atau denda 4 miliar rupiah.  


Bermain cemerlang di pramusim, dia pun masuk di bangku cadangan di pertandingan pembuka dan main sebagai pengganti. Adalah cederanya Lee Sharpe dan Danny Wallace membuat Ryan Giggs mendapatkan kesempatan ini, walau pada saat itu dia masih juga memperkuat tim akademi dan didaulat sebagai kapten tim.

Cemerlang di tim akademi dan debutnya membuat Inggris U-21 mencoba untuk memanggilnya. Maklum, selama ini dia memperkuat tim sekolah sepak bola Inggris. Namun Wales berhasil memenangkan kewarganegaraannya. Melihat latar belakang Giggs, dia memang hanya memenuhi syarat bermain untuk Wales. Dia debut dengan Wales U-21 pada bulan Mei 1991 ketika masih berusia 17 tahun, namun beberapa bulan kemudian, tepatnya di bulan Oktober 1991, dia sudah debut dengan Wales senior di usia 17 tahun lebih 321 hari dan menjadi pemain debutan termuda buat Wales ketika itu.

Di Manchester United dia semakin mantap di posisi sayap kiri mengisi posisi Lee Sharpe yang absen. Di tim senior dia beruntung diterima dengan baik oleh pemain-pemain senior. Dia bahkan langsung akrab dengan Paul Ince dan menjadi teman di luar sepak bola. Mereka bedua kadang bermain golf bersama untuk mengisi waktu luang. Giggs mengakui ada perasaan canggung awalnya dengan pemain senior. Usianya baru berusia 17 tahun harus berbaur dengan pemain seperti Mark Hughes, Paul Ince, dan Brian McClair yang berusia sepuluh tahun lebih dari usianya. Belum lagi dengan Bryan Robson yang berusia 34 tahun ketika itu.

Tanggal 7 September 1991, dia kembali memantapkan posisinya. Dengan kecepatannya dia berhasil memanfaatkan blunder pemain Norwich City, ketika itu ia mencetak gol ketiga buat United. Pujian pun datang dari George Best, pemain idola Giggs.

“Dia memakai nomor 11 sama seperti aku, lari dan dribel bolanya sangat luar biasa. Dia harus siap menderita di lapangan” kata George Best.

Tak pelak dia pun menjadi idola baru buat fans United, khususnya dari kaum hawa. Alex Ferguson buru-buru melindungi asset berharganya itu. Bukan hanya di latihan, bahkan di kehidupan sehari-hari, Ferguson menugaskan seorang informan tentang aktivitasnya di luar sepakbola. Tak heran Ryan Giggs kerap sekali ditegur oleh Ferguson jika dia pulang malam atau habis berpesta dengan teman-temannya.

Pernah sekali dia habis berpesta dengan Lee Sharpe dan rekan-rekannya di tim akademi. Ketika itu mereka berkumpul di rumah Lee Sharpe dan Ferguson pun datang. Para pemain muda lainnya bersembunyi sehingga tidak ditemukan Ferguson, namun Ryan Giggs dan Lee Sharpe tak bisa lepas.

“Manajer berkata pada Lee Sharpe; ‘Kau sebaiknya jual rumahmu dan tinggal kembali dengan orang tuamu’ lalu dia menoleh padaku dan berkata; ‘apa kau mau karirmu habis seperti dia’. Dia benar-benar marah pada kami” kenang Ryan Giggs.

Giggs kemudian minta maaf dan dimaafkan oleh Alex Ferguson. Giggs juga seringkali merasa heran Ferguson bisa mengetahui aktivitasnya. Suatu kali di sesi latihan Ferguson pernah menegurnya.

“Kau pasti tadi malam pergi hingga larut malam” kata Ferguson.

“Aku? Tidak..” jawab Giggs.

“Kau pasti pergi, kau selalu cukur rapi jenggotmu jika pergi malam” kata Ferguson.

Sejak itu Giggs mengaku dia tidak mencukur jenggotnya setelah main di malam hari, tapi Ferguson tetap saja tahu. Baru beberapa tahun kemudian dia baru sadar jika informan Ferguson itu adalah ibunya sendiri.

Kenakalannya mungkin tidak terlalu parah, Giggs tetap berlatih dengan giat dan bermain cemerlang di musim itu. Setelah Lee Sharpe sembuh dari sakitnya, posisi sayap kiri pun tetap milik Giggs. Justru pemain sayap kanan, Andrei Kanchelskis yang harus bergantian bermain dengan Lee Sharpe. Di musim itu United gagal meraih gelar Liga untuk pertama kalinya sejak era Sir Matt Busby dan hanya menempati runner up di bawah Leeds United, namun Giggs membawa United menjuarai Piala Liga. Gol Brian McClair di final menghadapi Nottingham Forest berkat assist Ryan Giggs.

Selain Piala Liga, dia juga memimpin rekan-rekan angkatan muda berhasil membawa MU meraih gelar FA Youth Cup 1992. Gelar untuk tim muda yang pertama kalinya pula sejak terakhir mereka dapatkan di era Sir Matt Busby pada tahun 1963-1964.

Musim itu Giggs bermain sebanyak 51 kali penampilan dan mencetak 7 gol. Dia pun terpilih sebagai pemain muda terbaik tahun 1991/1992. Impian lamanya sudah terwujud, kini dia pun membidik impian berikutnya, yaitu membawa United meraih Trophy tertinggi Liga Inggris. (Uck)

Sumber gambar: www.express.co.uk

Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

HTML Snippets Powered By : XYZScripts.com