Bryan Robson Ungkap Perannya dalam Transfer Roy Keane

Berita MUFC Legenda Manchester United, Bryan Robson, baru-baru ini mengungkapkan perannya dalam proses transfer Roy Keane ke Manchester United…


PERHATIAN! Kami telah mendeteksi adanya pelanggaran pidana Hak Cipta berupa pemuatan artikel kami di situs lain tanpa penulisan sumber yang lengkap serta penerapan kaidah yang diperbolehkan secara hukum. Setiap pelanggaran akan kami tuntut sesuai UU No 28 Tahun 2014 Pasal 113 dengan tuntutan maksimal 10 tahun penjara dan/atau denda 4 miliar rupiah.


Sebelum kedatangan Keane, Robson adalah penguasa lini tengah Manchester United. Perannya tidak tergantikan di lini tengah Setan Merah dan juga Timnas Inggris. Gaya mainnya seperti perpaduan Ander Herrera dan Paul Scholes. Ia bertahan sebaik Herrera dan menyerang seperti Scholes.

Di usianya yang mulai menua, peran sentral Robson mulai disingkirkan oleh pemain muda berbakat, Roy Keane. Ironi, sebab pemain yang bersangkutan bisa datang ke Old Trafford berkat sang kapten Marvel, julukan Bryan Robson.

Roy Keane datang ke Old Trafford pada 1993 setelah United membelinya dengan harga 3,75 juta poundsterling. Jumlah itu adalah yang termahal di Inggris saat itu.

Saat itu, Roy Keane telah sepakat dengan manajer Blackburn Rovers Kenny Daglish. Manchester United juga tertarik padanya. Namun menurut Alex Ferguson, harga Keane masih terlalu mahal untuk ukuran pemain yang masih muda seperti dirinya.

“Agak lucu memang, ternyata saya punya peran dalam kedatangan Roy Keane,” aku Robson kepada Daily Mirror.

“Saya sedang duduk bersama para staff pada suatu pagi, saat Fergie bertanya apakah kami harus membayar mahal untuk Roy Keane. Saya lalu berkata: ‘Itu layak, Gaffer. Sebaiknya kita membayar itu untuk mendapatkannya.”

“Saat itu orang-orang membicarakan Keane sebagai pengganti saya dan betapa banyak kesamaan di antara kami berdua. Ia kemudian berhasil membuktikan menjadi gelandang dan kapten yang bagus bagi tim. Namun menurut saya, setiap pemain punya karakter tersendiri. Tidak seharusnya ia dibanding-bandingkan dengan saya.”

“Saya tahu saya sedang membahayakan posisi saya sendiri di tim. Pasangan Paul Ince dan Roy Keane akan menjadi pilihan utama, karena saya semakin menua. Tetapi itu tak pernah mengganggu saya. Selama itu demi kebaikan United. Toh, saya masih bisa menjadi bagian dari United saat itu.”

Sungguh sebuah tauladan yang luar biasa dari Robson. Dan selanjutnya menjadi sejarah. Fergie memutuskan membayar mahal harga Keane. Dan Roy Keane pun menjelma menjadi Kapten Fantastik. Salah satu legenda besar yang pernah dimiliki United.

Nantikan berita Manchester United lainnya di beritamufc.com (YG)

Sumber Gambar: http://www.skysports.com

Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

HTML Snippets Powered By : XYZScripts.com