Cerita Taibi Tentang Tragedi Kecerobohannya di United

BeritaMUFC.com Mantan penjaga Manchester United, Massimo Taibi menceritakan bagaimana dia kecewa dengan karirnya sendiri di Inggris sehingga dia harus kembali ke Italia 5 bulan setelah dia bergabung dengan MU.


PERHATIAN! Kami telah mendeteksi adanya pelanggaran pidana Hak Cipta berupa pemuatan artikel kami di situs lain tanpa penulisan sumber yang lengkap serta penerapan kaidah yang diperbolehkan secara hukum. Setiap pelanggaran akan kami tuntut sesuai UU No 28 Tahun 2014 Pasal 113 dengan tuntutan maksimal 10 tahun penjara dan/atau denda 4 miliar rupiah.


Ketika itu masalah MU adalah mencari penjaga gawang untuk menggantikan Peter Schmeichel. Sir Alex Ferguson ketika itu banyak alternatif setelah sebelumnya sudah mendapatkan Mark Bosnich yang tidak memuaskan dirinya. Ada dua nama alternatif ketika itu, Francesco Toldo dan Massimo Taibi.

Sir Alex Ferguson mengikuti insting saudaranya, Martin, yang merasa pemain yang ketika itu berusia 29 tahun sangat pas dan didapatkan dengan harga murah sebesar £ 4,5 juta. Meskipun menghabiskan seluruh hidupnya di Italia, Taibi tidak berpikir dua kali untuk bergabung dengan juara Eropa.

“Saya meninggalkan Italia pada tahun 1999 karena saya tidak bisa menolak klub besar seperti Manchester United,” ucap pemain asal Italia tersebut kepada M.E.N Sport.

“Aku belum bertemu Sir Alex Ferguson juga selain aku tahu dia ingin mengontrak saya. Saya pikir saya hanya bertemu dia sekali sebelumnya. Itu adalah pengalaman yang baik dan stadion yang fantastis. Aku menyukai fans United.”

Taibi membuat debutnya hanya seminggu kemudian ketika The Reds bertandang ke Anfield untuk menghadapi Liverpool tanpa Mark Bosnich dan Raimond van der Gouw yang cedera. Masalah komunikasi menjadi hambatan buat dirinya ketika itu. Menyadari ini, pelatih kiper United, Tony Coton, mengontak pemilik restoran Italia di Manchester untuk bertindak sebagai penerjemah untuk Taibi.

Taibi memainkan debut mengesankan dalam kemenangan 3-2, membuat sejumlah penyelamatan setelah MU bermain 10 pemain di babak kedua.

“Sulit untuk menggantikan Schmeichel dan ada begitu banyak tekanan pada saya,. Tapi debut saya melawan Liverpool adalah kenangan besar. Itu adalah permainan yang bagus, seperti saya yang menjadi man of the match,” katanya..

Sayangnya dia tidak pernah mendapat kesempatan untuk bermain di Eropa. Ia tidak terdaftar di squad Eropa karena terlambat mendaftarkan namanya.

Seandainya dia bermain di Liga Champions, ia akan memiliki banyak waktu untuk beradaptasi menghadapi Kroasia Zagreb, Sturm Graz dan Marseille sebelum pertandingan yang memalukan melawan Southampton. Bola hasil tendangan lemah Matthew Le Tissier lepas dari pelukannya dan menerobos melewati celah-celah kakinya dan masuk ke gawang.

“Sejujurnya aku tidak ingat bagaimana kesalahan itu terjadi. Sayangnya, itu terjadi. Sampai hari ini, saya tidak tahu bagaimana itu bisa terjadi. Kenangan yang buruk, tapi itu bagian dari pekerjaan kami – rekan-rekan semua masih bersikap baik dengan saya”

Setelah dikalahkan lima gol di Chelsea, Bosnich kembali menjadi penjaga gawang utama dan Taibi tak bermain lagi dengan MU setelah 22 hari dia bersama klub. Taibi menyatakan bahwa jika ia bisa bermain di Liga Champions, mungkin nasibnya berbeda.

“Saya yakin itu akan mengubah segalanya karena saya bisa bermain lagi segera dan saya bisa melakukannya lebih baik dengan kontinuitas dalam tim,” ia menjelaskan.

“Saya punya masalah keluarga, jadi aku harus pergi. Saya senang dengan karir saya, tapi saya menyesal bahwa saya tidak bisa menunjukkan potensi saya di United”

Tunggu berita lainnya hanya di beritamufc.com. (HR)

Sumber gambar: www.mirror.co.uk

Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

HTML Snippets Powered By : XYZScripts.com