Eks MU: Ray Wilkins, Gelandang Sayap yang Sempurna

Berita MUFC – Mantan bintang Manchester United dan Inggris Ray Wilkins baru saja  meninggal dunia di usia 61 tahun. Semua orang di klub menyampaikan belasungkawa tulus dan tulus kepada keluarga dan teman-teman Wilkins pada saat yang paling menyedihkan ini.


PERHATIAN! Kami telah mendeteksi adanya pelanggaran pidana Hak Cipta berupa pemuatan artikel kami di situs lain tanpa penulisan sumber yang lengkap serta penerapan kaidah yang diperbolehkan secara hukum. Setiap pelanggaran akan kami tuntut sesuai UU No 28 Tahun 2014 Pasal 113 dengan tuntutan maksimal 10 tahun penjara dan/atau denda 4 miliar rupiah.


Dia akan selalu diingat selama lima tahun karirnya di Old Trafford. Ray ‘Butch’ Wilkins adalah gelandang sempurna yang memiliki keterampilan sepakbola yang brilian . Dia akan selalu dijunjung tinggi di semua klub tempat dia bermain dan khususnya Manchester United dan Chelsea.

Raymond Colin Wilkins lahir di Hillingdon, London Barat, pada hari Jumat 14 September 1956, putra George, mantan pemain sepak bola profesional yang juga memiliki tiga putra lainnya, Graham, Dean dan Stephen, yang mengikuti jejaknya. Dia mewakili negaranya di setiap tingkatan dari anak sekolah ke tim nasional senior dengan 84 penampilan.

Namanya  mulai di kenal dengan Chelsea bermain 179 kali untuk klub Stamford Bridge dan mencetak 30 gol di semua kompetisi. Pada musim panas 1979 ia hijrah ke United ketika ia ditransfer seharga £ 85.000. Dia bergabung kembali dengan manajer Dave Sexton

Kabar kedatangannya di Old Trafford disambut dengan kegembiraan luar biasa karena ia telah mendapatkan reputasi sebagai salah satu pemain lini tengah yang paling berprestasi dari generasinya. Dia bergabung dengan United pada saat klub masih berusaha untuk menangkap hari-hari kejayaan dan tahun-tahun awal kesuksesan.

Bergabungnya Wilkins menambah kualitas dan kreativitas  di sisi lapangan yang hanya bermanfaat bagi Sexton. Dia memiliki keterampilan passing yang bagus dan bisa menemukan celah yang banyak orang akan luput.

Masa kejayaaan berseragam United adalah saat final Piala FA 1983 melawan Brighton & Hove Albion di Wembley. Laga itu berada  posiso 1-1 ketika, pada menit ke-74, dia menerima umpan dari Arnold Muhren. Wilkins memantapkan dirinya sebelum melepaskan tembakan dari jarak 30-yardyang luar biasa yang mengarah  ke pojok atas.

Itu adalah gol yang hampir memenangkan Piala FA untuk United, tetapi Gary Stevens menyelamatkan hari untuk Albion. Namun, Wilkins dan rekan satu timnya tetap meraih medali kemenangan mereka setelah United memenangkan pertandingan replay dengan kinerja yang luar biasa dan kemenangan 4-0 yang gemilang.

Tiga bulan kemudian dan United kembali di Wembley untuk menghadapi Liverpool di FA Charity Shield dan itu hari lain banginya dengan mengangkat trofi menyusul kemenangan 2-0.

Wilkins melanjutkan untuk membuat 194 (tiga sebagai pengganti) penampilan bersama United, mencetak 10 gol, sebelum ditransfer ke raksasa Italia AC Milan pada tahun 1986. Dia melanjutkan ke beberapa klub, termasuk Paris St Germain, Rangers, Queens Park Rangers dan Hibernian.

Pada akhir karir bermainnya, dia masuk ke manajemen dan pelatihan untuk menanamkan pengetahuan dan pengalamannya yang luas di berbagai klub.

Ray Wilkins akan selalu diingat sebagai pemain top dan pria yang luar biasa yang semua orang tidak akan melupakannya. Selamat jalan Wilkins.

Tunggu berita Manchester United lainnya hanya di beritamufc.com. (Uck)

Sumber gambar https://www.gettyimages.com

Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

HTML Snippets Powered By : XYZScripts.com