Sejarah MU (12); Fergie for Beginning

Alex Ferguson datang dengan membawa harapan untuk menghentikan dominasi Liverpool. Awal kedatangannya dia membawa serta asistennya sendiri, Archie Knox untuk membantunya menangani MU yang setelah diselidikinya mempunyai masalah dengan kedisiplinan.  Tugas yang berat karena di musim 1986/1987 ini, MU tengah terancam degradasi. Satu hari setelah kedatangannya, dia langsung melakukan debutnya 4 November 1986 yang berakhir kekalahan 0-2 oleh tuan rumah Oxford United. Setelah kekalahan tersebut, Ferguson mulai bekerja keras untuk membenahi struktur yang ada dalam klub. Beberapa aturan diubahnya termasuk juga sistem pembinaan tim. Untuk faktor kebugaran dia menjaga ketat pemain-pemain yang terlalu ketergantungan dengan alkohol. Sialnya 3 pemain bintangnya, yaitu Bryan Robson, Paul McGrath, dan Norman Whiteside mengalami ketergantungan alkohol yang parah. Ahli Psikologi khusus pun didatangkan untuk mengawasi ketiga pemain tersebut. Kerja keras MU membuahkan hasil. Penampilan MU secara perlahan mulai membaik walau belum konsisten.

Kedisiplinan yang kuat merupakan salah satu inti dari kepelatihan MU di tangan Ferguson. Dia tidak segan untuk menjual pemain yang tidak bisa menjaga kedisplinannya. Peter Barnes dan Mark Higgins menjadi korban pertama dan kedua Ferguson. Mereka berdua dijual oleh MU karena masalah disiplin dan cedera. Ferguson juga tidak malu untuk menampilkan pemain muda di musim awalnya. Penjaga gawang, Gary Walsh menjadi pemain utama menyingkirkan Chris Turner dan Gary Baliey yang tengah cedera hingga akhirnya gantung sepatu di akhir musim. Sementara Tonny Gill sempat bermain untuk MU. Di liga, MU berhasil 2 kali mengalahkan Liverpool dengan skor 1-0 baik di Old Trafford maupun di Anfield. MU akhirnya  berhasil lolos dari degradasi dan menempati peringkat 11 klasemen akhir Liga Inggris Divisi Satu. Satu-satunya kemenangan tandang MU adalah ketika mereka mengalahkan Liverpool 1-0 di Anfield.

Memasuki musim 1987/1988, Ferguson merasa pemain-pemain MU masih kurang untuk bersaing meraih gelar Liga. Untuk itu dia berencana membangun tim dengan pemain yang lebih segar. Keadaan ini membuat pemain lama pun menjadi korban dari rencana Ferguson. Frank Stapleton dibiarkan hengkang ke Ajax, Terry Gibson dipersilakan kembali ke Wimbledon, dan John Sivebaek pulang kampung ke Denmark karena tidak ada jaminan bermain di tim inti. Dia lalu merekrut striket asal Glasgow Celtic, Brian McClair bersamaan dengan beck kanan Arsenal, Viv Anderson. Belum selesai sampai di situ, kekecewaannya terhadap penampilan duet beck tengah Kevin Moran dan Paul McGrath, dia lalu membeli beck tangguh asal Norwich City, Steve Bruce.

MU tampil meyakinkan di awal musim, mereka bersaing dengan Liverpool di atas membuat harapan MU untuk menjadi juara Liga kembali tumbuh. Tapi tragedi datang ketika MU melakukan tour di Bermuda. Di pertandingan di mana Ferguson dan Knox ikut bermain dengan seragam MU tersebut, penjaga gawang Gary Walsh mengalami cedera serius di kepala membuat dirinya harus istirahat panjang hingga akhir musim. Di perjalanan pulang pun salah satu pemain MU, Clayton Blackmore terkena kasus sebagai tersangka pemerkosa wanita di hotel walau akhirnya kasus tersebut tidak terbukti kebanerannya. Kendati tak terkalahkan di 10 pertandingan terakhir dan meraih 8 kemenangan, poin MU belum cukup untuk mengejar Liverpool di puncak klasemen. MU hanya berada di peringkat ke-2 klasemen akhir di bawah Liverpool dengan selisih 9 poin. Kenyataan ini menunjukkan level MU masih harus ditingkatkan kembali walaupun Brian McClair menjadi pencetak gol terbanyak MU dengan 31 gol menjadi pemain pertama setelah Denis Law yang mencetak gol lebih dari 30 gol dalam semusim.

Musim 1988/1989, adalah musim di mana waktunya Ferguson merombak squad yang sudah berumur. Arthur Albiston, Greame Hogg, Kevin Moran, Chris Turner, Peter Davenport, Liam O’Brien, Jesper Olsen, dan Gordon Strachan dijualnya di musim ini. Remi Moses dan pemain muda Nicky Wood harus gantung sepatu akibat cedera. Pengganti mereka Ferguson merekrut beberapa pemain. Mark Hughes berhasil dipulangkannya dari Barcelona, penjaga gawang yang pernah dilatihnya, Jim Leighton direkrutnya dari Aberdeen, Mal Donaghy direkrut untuk penamping Steve Bruce di lini belakang karena Paul McGrath tidak bisa diharapkan kebugarannya. Pemain veteran Ralp Milne direkrut untuk mengantikan  Jesper Olsen dan Liam O’Brien. Selain pemain rekrutmen itu, Ferguson juga mempromosikan pemain-pemain mu­da. Deniol Graham, David Wilson, Tonny Gill, Lee Sharpe, Guiliano Maiorana, Lee Martin, Russell Beadsmore, dan Mark Robins merupakan pemain muda yang diberi kesempatan untuk tampil di musim ini. Masa transisi ini membuat penampilan MU tidak stabil. Hanya berada di papan tengah dan selalu gagal untuk masuk ke papan atas membuat penampilan MU terlihat sangat mengecewakan. Penampilan terbaik MU hanya ketika mereka mengalahkan Liverpool 3-1 di awal tahun lewat gol Mark Hughes, Brian McClair, dan Russell Beadsmore namun se­telah itu penampilan MU cenderung menurun. MU hanya menempati peringkat 11 hal yang membuat posisi Alex Ferguson mulai digoyang. Kendati demikian, Mark Huhes tetap terpilih sebagai pemain terbaik Liga Inggris ketika itu.

Sumber gambar: www.footballgeeza.com

Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

HTML Snippets Powered By : XYZScripts.com