The Legend of Eric Cantona (8): Membawa MU Raih Gelar Ganda

BeritaMUFC.com  Kesuksesan Eric Cantona bersama Manchester United di musim pertamanya menjadi buah bibir di dunia. Maklum saja, ketika itu Liga Inggris kalah pamor dengan Seri A Liga Italia untuk menarik bintang-bintang kelas dunia.


PERHATIAN! Kami telah mendeteksi adanya pelanggaran pidana Hak Cipta berupa pemuatan artikel kami di situs lain tanpa penulisan sumber yang lengkap serta penerapan kaidah yang diperbolehkan secara hukum. Setiap pelanggaran akan kami tuntut sesuai UU No 28 Tahun 2014 Pasal 113 dengan tuntutan maksimal 10 tahun penjara dan/atau denda 4 miliar rupiah.  


Duet Cantona dan Mark Hughes pun menjadi salah satu duet yang paling ditakuti di Inggris. Sukses itu kembali dengan membawa MU menjuarai Charity Shield tahun 1993. Musim ini pertama kalinya Liga Inggris mewajibkan pemain mendaftarkan nomor punggung tetap, dan Eric Cantona terpilih sebagai pemain bernomor punggung 7 yang sebelumnya identik dengan nomor punggung kapten MU, Bryan Robson ketika itu mengenakan nomor punggung 12.

Suatu kehormatan buat Eric Cantona menggenakan nomor punggung tersebut. Dia pun tampil luar biasa di musim tersebut bersama Andrei Kanchelskis, Ryan Giggs, Paul Ince, Mark Hughes, Lee Sharpe, dan pemain baru Roy Keane.

Yang paling fenomenal adalah ketika MU bertandang ke Manchester City di Premier League. Ketika itu MU tertinggal 0-2 lewat gol Nial Queen di babak pertama. Pada waktu jeda para pemain tampak termenung, namun ada satu kalimat Alex Ferguson yang tak bisa dilupakan Eric Cantona ketika itu.

“Manajer ketika itu berkata; ‘sebagian warga Manchester ingin melihat kalian kalah malam ini, apakah kalian ingin ditertawakan oleh mereka’. Kata-kata itu menjadi motivasi buat kami di babak kedua” kata Eric Cantona.

Benar saja, lewat aksi menawan Eric Cantona dan dua golnya, MU bisa membalikkan keadaan. Gol Roy Keane di menit-menit akhir juga berkat aksi Cantona yang memberi peluang Denis Irwin untuk melepaskan umpan silang. MU akhirnya menang 3-2.

Namun, musim ini bukannya tanpa kontroversi. Di Piala Champions, Eric Cantona harus berurusan dengan polisi Turki ketika bertandang ke Galatasaray. Ketika itu MU disingkirkan juara Turki tersebut dan mendapatkan teror sejak pertama kali mereka menginjakkan kaki di sana. Di akhir pertandingan, ulah Eric Cantona yang menendang pemain Galatasaray membuat dirinya mendapatkan kartu merah.

Belum selesai sampai di situ, dia pun ribut dengan kepolisian dan mendapatkan pukulan dari polisi Turki. Kejadian itu akhirnya merembet jadi perkelahian di lorong ganti di mana kapten Bryan Robson dan pelatih Alex Ferguson akhirnya ikut terlibat baku hantam dengan kepolisian karena membela Eric Cantona.

“Ketika kami melangkah (ke lorong pemain), Polisi memukul bagian belakang kepala Eric. Jadi, saya memukul Polisi tersebut,” tutur Robson.

Tidak selesai sampai di situ, kontroversial lagi adalah ketika Cantona mendapatkan kartu merah dua kali berturut-turut di bulan Maret 1994. Awalnya ketika menghadapi Swindon, kemudian ketika menghadapi Arsenal. Buntutnya dia harus absen selama 5 pertandingan. Tapi itu hanya bagian sisi buruk Eric Cantona di musim itu.

Setelah kembali dia sukses membawa MU menjuarai gelar ganda, yaitu Liga Inggris dan Piala FA. Di final Piala FA Cantona mencetak dua gol dari kemenangan 4-0 atas Chelsea. Dua gol semua diborongnya lewat titik penalti, sementara dua gol lagi dicetak oleh Mark Hughes dan Brian McClair.

Di penalti pertama, kapten Chelsea, Denis Wise mencoba memprovokasinya dengan mengajak taruhan jika penaltinya akan gagal, namun Cantona tetap tenang melakukan tugasnya. Di penalti kedua Wise tidak berani mengajak bertaruh lagi. Mungkin dia sudah tahu, percuma dia memprovokasi Cantona yang sudah betul-betul matang. (Uck)

Bersambung bagian 9

Sumber gambar: id.pinterest.com

Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

HTML Snippets Powered By : XYZScripts.com