Mantan Punggawa MU Berkisah Sir Alex Ferguson Memperlakukan Giggs, Beckham, dan Pemain Lainnya Seperti Budak!

Berita MUFCPenggemar Manchester United pasti mengenal Class of 92. Ini adalah generasi yang paling melegenda dalam sejarah Manchester United. Anak-anak 92 ini mencapai masa keemasan di bawah asuhan Alex Ferguson.


PERHATIAN! Kami telah mendeteksi adanya pelanggaran pidana Hak Cipta berupa pemuatan artikel kami di situs lain tanpa penulisan sumber yang lengkap serta penerapan kaidah yang diperbolehkan secara hukum. Setiap pelanggaran akan kami tuntut sesuai UU No 28 Tahun 2014 Pasal 113 dengan tuntutan maksimal 10 tahun penjara dan/atau denda 4 miliar rupiah.


Berbagai prestasi telah diraih oleh generasi emas ini. Ryan Giggs, David Beckham, Paul Scholes, Nicky Butt, Gary dan Phil Neville adalah alumni generasi ini yang bisa terbilang sukses mengibarkan nama mereka di seantero jagat. Mereka menjadi representasi dari kesuksesan MU membangun bakat-bakat muda menjadi bintang. Tetapi siapa sangka, tak semua mantan pemain United merasa puas dengan pengalaman mereka di Old Trafford.

Adalah Mads Timm, mantan pemain Manchester United yang menyuarakan ketidaksukaannya pada cara kepemimpinan Sir Alex. Mads Timm sesungguhnya bakat muda yang menarik bagi publik Old Trafford. Ia adalah seorang gelandang menyerang dan terkadang bisa menempati posisi sayap. Ia turut memenangkan FA Youth pada 2003 untuk Manchester United bersama Tom Heaton, Kieran Richardson, dan Phil Bardsley. Sayangnya, pemain Denmark ini kurang bisa bersaing dengan rekan-rekan lainnya sehingga hanya mencatatkan satu penampilan di tim senior, yaitu saat ia masuk menjadi pengganti di Liga Champions saat MU melawan Maccabi Haifa, Oktober 2002.

Timm punya pandangan negatif tentang Sir Alex. Menurutnya, Ferguson adalah pribadi yang kasar dan “gila kontrol”. Ia berkisah pernah dihardik “Idiot” oleh Alex Ferguson hanya karena datang ke tempat latihan dengan mengendarai mobil mewah Porsche.

Menulis di autobiografinya, Timm mengatakan, “Fergie adalah seorang “control freak” dan gemar memotivasi pemainnya dengan rasa takut. Untuk dirinya, dan para pemain yang saat itu ada di United, itu memang cocok untuk diterapkan.”

“David Beckham, Ryan Giggs, dan Neville bersaudara memiliki karakter yang pas untuk bergabung di ‘pasukan budak’-nya Ferguson.”

“Hal itu tak akan berhasil diterapkan di masa sekarang. Anda tak bisa lagi membicarakan rasa hormat dan kesediaan berkorban nyawa demi klub pada pemain-pemain masa kini… Ia punya cara yang kejam untuk membuat pemainnya memahami arti dedikasi dan hierarkhi sesuai dengan idenya.”

“Sepertinya Anda tak akan pernah menikmati apapun adalah filosofi hidupnya,” lanjut Mads Timm. Dan hal ini dibuktikan saat tim muda United meraih trofi Piala FA Youth, Fergie datang dan berkata pada mereka, “Jangan merayakan! Teruslah mencari kemenangan.”

Hmmm… kalau membaca kisah Mads Timm ini, kita bisa menyimpulkan 2 hal ya. Pertama, dia pasti sangat kecewa akan perlakuan Alex Ferguson. Atau yang kedua, dia mungkin sekadar berusaha “mempromosikan” buku autobiografinya. Menurut Anda?

Baca berita Manchester United lainnya di beritamufc.com (YG)

Sumber gambar: www.football365.com

Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

HTML Snippets Powered By : XYZScripts.com