MU Tampil Buruk. Solusinya? Mourinho: Mungkin Saya Harus Bermain!

Berita MUFCJose Mourinho begitu perkasa di masa lalu bersama FC Porto, Chelsea, Inter Milan, dan Real Madrid. Namun mengapa di Manchester United terasa berbeda? Manajer asal Portugal itu sepertinya sudah punya jawaban.


PERHATIAN! Kami telah mendeteksi adanya pelanggaran pidana Hak Cipta berupa pemuatan artikel kami di situs lain tanpa penulisan sumber lengkap serta penerapan kaidah yang diperbolehkan    secara hukum. Setiap pelanggaran akan kami tuntut sesuai UU No 28 Tahun 2014 Pasal 113  tuntutan maksimal 10 tahun penjara dan/atau denda 4 miliar rupiah.


Sebelum laga melawan Crystal Palace, Mourinho sempat mengeluhkan para pemain muda yang kini ditanganinya. Menurut Mourinho, pemain muda kini berbeda dengan pemain-pemain dulu. Kini mereka lebih manja dan sulit untuk bersaing.

Laga melawan Crystal Palace menunjukkan apa yang disampaikan Mourinho itu mungkin memang benar. Para pemain United terlihat kurang bersemangat. Dan usai laga, Mourinho secara blak-blakan menyebut para pemainnya tidak bermain dengan hati.

Mourinho memang memiliki cara unik dalam memotivasi pemainnya. Di masa lalu, Mourinho akan mengkritik para pemainnya di depan umum, dan hal itu akan membuat para pemain marah dan bermain kesetanan demi menunjukkan kritikannya itu salah. Dengan cara seperti itu, para pemain berhasil mengeluarkan kemampuan terbaiknya.

Namun cara ini tak berjalan dengan baik di Manchester United. Apa penyebabnya?

Disadari atau tidak, generasi masa kini berbeda dengan generasi masa lalu. Generasi masa lalu (dikenal dengan sebutan Generasi X, kelahiran 1970-an dan 1980-an), memang dikenal pekerja keras, suka berkompetisi, dan patuh pada perkataan pelatihnya. Sementara generasi berikutnya (disebut Generasi Y, lahir tahun 1990-an) memiliki karakter yang berbeda. Mereka dikenal kreatif, namun secara mental tidak sekuat generasi sebelumnya. Mereka lebih suka mendengarkan nasihat teman dibandingkan nasihat yang menggurui dan melukai hati.

Saat ini, Manchester United dipenuhi para pemain Generasi Y ini. Sebagai catatan, mungkin para pemain Generasi X yang tersisa hanya diwakilkan oleh Sergio Romero, Ashley Young, Antonio Valencia, dan Nemanja Matic. Tentu saja cara memotivasi ala Mourinho tak bisa digunakan lagi. Mourinho harus segera menemukan cara untuk membuat para pemainnya bermain dengan hati. Alih-alih mengkritik pemainnya, mungkin Mourinho bisa mengajak para pemainnya berbicara, sebagai teman.

Mendatangkan seorang pemain berkarakter bintang, seperti Zlatan Ibrahimovic, bisa membantu Mourinho membimbing para pemain muda ini.

Mourinho memang sudah mengetahui sebab buruknya penampilan MU. Namun ia mungkin belum menemukan solusi yang tepat. Karena usai laga melawan Crystal Palace, ia berkata, “Saya tak bisa dengan segera mengubah karakter pemain! Solusinya? Mungkin saya harus menyeleksi pemain berdasarkan gairah di hatinya. Dan mungkin saya juga harus bermain!”

Come on, Jose! Ubah saja cara pendekatanmu kepada pemain.

Baca berita terbaru setiap hari, gabung dengan telegram kami di http://t.me/beritamufc

Baca juga berita seru terbaru Manchester United lainnya di beritamufc.com

(RN)

Sumber Gambar:  https://indianexpress.com

Share

Leave a Reply

HTML Snippets Powered By : XYZScripts.com