Pakai Formasi 4-4-2 Lawan Leicester City, Ini Penjelasan Mourinho

Berita MUFC  Ada yang berbeda dari penampilan Manchester United saat menang 3-0 di kandang Leicester City tadi malam. Di awal laga, anak-anak asuh Jose Mourinho memainkan formasi 4-4-2. Ini diluar kebiasaan Mourinho yang sangat senang menggunakan 4-3-3 atau 4-2-3-1.


PERHATIAN! Kami telah mendeteksi adanya pelanggaran pidana Hak Cipta berupa pemuatan artikel kami di situs lain tanpa penulisan sumber yang lengkap serta penerapan kaidah yang diperbolehkan secara hukum. Setiap pelanggaran akan kami tuntut sesuai UU No 28 Tahun 2014 Pasal 113 dengan tuntutan maksimal 10 tahun penjara dan/atau denda 4 miliar rupiah.


United unggul lewat aksi cepat Henrikh Mkhitaryan yang melewati Wes Morgan dan Robert Huth. Dua menit kemudian, Zlatan Ibrahimovic menambah keunggulan menjadi 2-0. Di babak kedua, Juan Mata mengubah skor menjadi 3-0 setelah menerima umpan terobosan dari Mkhitaryan.

Berbicara tentang penampilan timnya, Mourinho berkomentar, “Hari ini, kami gagal memanfaatkan peluang pertama yang datang. Lalu ketika peluang kedua, ketiga, dan keempat datang, kami berhasil menyarangkan bola ke gawang lawan.”

“Kami mengontrol pertandingan dengan baik. Dalam hal mengendalikan taktik, kami berhasil membunuh emosi lawan lalu pertandingan terlihat berjalan mudah, meski sebenarnya tak mudah. Kami berhasil memanfaatkan peluang yang kami dapatkan, itulah yang menjadi pembeda dari pertandingan kami sebelumnya.”

Mourinho secara mengejutkan menurunkan formasi 4-4-2 di awal pertandingan, lalu berubah menjadi 4-2-3-1 pada pertengahan babak pertama. “Kami memulai laga dengan 4 pemain bertahan dan 4 gelandang. Itu membuat kami lebih stabil di belakang. Karena sayap kami menjadi lebih dekat dengan para gelandang.”

“Kami tak ingin memberikan mereka ruang, dengan pemain menyerang mereka yang berbahaya: James Vardy, Ahmed Musa, Riyad Mahrez, dan Shinji Okazaki. Dengan absennya Islam Slimani dan Ulloa, mereka tampil berbeda. Dan kami berhasil mengatasinya.”

Kepada SkySport, Mourinho juga menerangkan, “Kami menggunakan 4-4-2, sama dengan pola yang mereka mainkan. Kami menghindari Zlatan bertarung sendirian menghadapi kedua bek mereka, Morgan dan Huth. Karena itu kami memasang Zlatan bersama Rashford agar Zlatan lebih dapat bergerak bebas.”

“Kami memang mengalami sedikit penurunan kreativitas serangan saat memainkan pola ini. Karena normalnya, sayap kami bermain lebih dekat dengan striker. Lalu kami memutuskan mengubah pola, dan gol pun datang.”

Keberanian Mourinho memainkan pola 4-4-2 ini patut dipuji. Karena di musim ini, pola itu sangat jarang mereka mainkan. Namun keberhasilannya mengambil resiko akan membuat United menjadi lebih sulit diprediksi oleh lawan. Kini para lawan akan berpikir, pola apa yang akan diturunkan Mourinho di pertandingan selanjutnya?

Baca berita Manchester United lainnya di beritamufc.com (YG)

Sumber Gambar: www.skysports.com

Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

HTML Snippets Powered By : XYZScripts.com