Perbedaan Utama antara Ferguson dan Mourinho

Berita MUFC Siapaun yang duduk di kursi manajer Manchester United, pasti tak akan bisa lepas dari bayang-bayang Sir Alex Ferguson. Kesuksesan Fergie menangani MU, menjadi acuan untuk mengukur prestasi para penggantinya, termasuk Jose Mourinho.


PERHATIAN! Kami telah mendeteksi adanya pelanggaran pidana Hak Cipta berupa pemuatan artikel kami di situs lain tanpa penulisan sumber yang lengkap serta penerapan kaidah yang diperbolehkan secara hukum. Setiap pelanggaran akan kami tuntut sesuai UU No 28 Tahun 2014 Pasal 113 dengan tuntutan maksimal 10 tahun penjara dan/atau denda 4 miliar rupiah.


Jose Mourinho beberapa kali mengatakan bahwa dirinya ingin menjadi seperti Sir Alex Ferguson. Mengenang pertemuan mereka pertama kali saat Porto yang dilatih Mourinho menyingkirkan MU, Mourinho mengungkapkan:

“Itulah saat saya bertemu dengan dua wajah Ferguson. Wajah pertama adalah wajah seorang kompetitor yang mau melakukan apa saja untuk meraih kemenangan. Dan setelah laga, saya bertemu dengan wajah keduanya yang menaruh respek pada lawannya dengan semangat fair play. Ini sungguh mengesankan untukku.”

“Di budaya Portugal dan Latin, kami tak memiliki kedua wajah. Kami selalu ingin menang dan tak peduli dengan wajah kedua.”

“Tetapi ketika saya mengalahkan United, saya bertemu dengan wajah indah Ferguson yang hingga sekarang sangat ingin saya tiru. Dan saya masih berusaha menjadi seperti dia,” ujar Mourinho.

Kini, dengan memegang United separuh jalan musim kompetisi, Sir Alex Ferguson meyakini bahwa Mourinho adalah sosok yang tepat untuk menggantikannya. Meski banyak orang meyakini bahwa Mourinho memiliki kemiripan dengan Fergie, terutama pada semangat untuk menang dan kemampuannya memanfaatkan menit-menit akhir pertandingan untuk mencetak gol (dikenal dengan “Fergie Time”), Fergie menemukan perbedaan utama di antara mereka berdua.

“Saya sedikit berbeda dengan Jose dalam hal di mana saya ingin membangun kekuatan klub dan keinginan melibatkan pemain muda dalam kesuksesan klub,” ujar Fergie. Ia memang dikenal kerap menelurkan angkatan pemain-pemain muda dari akademi United sendiri dan dipromosikannya menjadi pemain kelas dunia. Dimulai dari Fergie Fledging, lalu diikuti oleh Class of 92 yang melegenda. Dan yang terakhir angkatan Paul Pogba, Adnan Januzaj, dan Jesse Lingard yang belum sempat diangkatnya ke tim utama karena Fergie keburu pensiun.

Sementara Jose Mourinho lebih senang membeli pemain “jadi” untuk menambal kekurangan tim. Tetapi itu tak masalah menurut Ferguson, karena setiap manajer memiliki gayanya masing-masing. “Menurut saya, Mourinho kini telah menemukan solusi bagi United.”

Baca berita Manchester United lainnya di beritamufc.com (YG)

Sumber Gambar:

http://www.manchestereveningnews.co.uk

Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

HTML Snippets Powered By : XYZScripts.com