Sejarah MU (13); Pesta Piala

Angin segar datang ketika investor baru, Michael Knighton bersedia membeli klub menjelang musim 1989/1990 bergulir. Dana tersebut akhirnya digunakan Ferguson untuk membeli pemain. Mike Phelan dari Norwich City, Neill Webb dari Nottingham Forest, Gary Pallister dari Middlesbrouh, Paul Ince dari West Ham United, Danny Wallace dari Southampton dan Les Sealey dari Luton sebagai pemain pinjaman. Kedatangan mereka memakan korban. Pemain kesayangan fans MU pun didepak oleh Ferguson, yaitu Norman Whiteside dan Paul McGrath. Hasilnya ternyata tak sesuai harapan, kekalahan demi kekalahan termasuk 1-5 dari Man.City membuat Michael Knighton akhirnya menarik diri dari negosiasi untuk menjadi investor. MU masuk zona degradasi membuat protes fans untuk mengusir Ferguson dari Old Trafford semakin kencang. “Three years of excuses and it’s still crap…ta-ra Fergie.” spanduk yang dibentangkan para fans sebagai bentuk kekecewaan mereka.Deadline pun ditetapkan, yaitu babak ke-3 Piala FA ketika MU bertandang ke Nottingham Forest. Direksi MU sudah ambil ancang-ancang. Kabarnya, manajer Everton, Howard Kendall disiapkan sebagai pengganti Ferguson.

Keadaan tertekan, pemain MU tampil luar biasa di malam itu. Pemain muda, Mark Robins menjadi penyelamat karir Ferguson dengan gol tunggalnya membawa MU menang 1-0 atas Nottinham Forest. Setelah kemenangan itu, peforma MU mulai membaik. Sedikit demi sedikit MU berhasil menjauhi zona degradasi. Selain itu MU terus melaju di Piala FA dan sekali lagi Ferguson berterimakasih pada Mark Robins setelah golnya di menit tambahan waktu pada semifinal Piala FA menghadapi Oldham membawa MU melaju ke final. Crystal Palace menjadi lawan MU di final. Hasil imbang 2-2 selama 90 menit di mana MU unggul lewat gol Bryan Robson dan Mark Hughes harus  bermain diperpanjangan waktu akibat blunder Jim Leighton. Penjaga gawang tersebut melakukannya lagi di babak perpanjangan waktu membuat MU tertinggal sebelum Mark Hughes berhasil menyamakan kedudukan. Pertandingan haus diulang kembali dan di partai ulang tersebut, Ferguson memilih memasang Les Sealey menggantikan Jim Leighton di posisi penjaga gawang. MU akhirnya menang 1-0 lewat gol tunggal beck kiri, Lee Martin dan menjadikan MU meraih gelar Piala FA yang ke-7 kalinya sepanjang sejarah. Ini juga menjadi gelar pertama Alex Ferguson bersama MU.

Meraih trophy pertama rupanya belum memuaskan Ferguson mengingat di Liga, MU hanya berada di posisi 13 klasemen, namun dia melihat ada pencerahan tersendiri mengingat tim yang dibangunnya belum lagi sempurna. Musim 1990/1991 adalah musim kebebasan klub Inggris dari hukuman 5 tahun tak boleh berlaga dikancah Eropa akibat dari tragedi kerusuhan Haysell antara pendukung Liverpool dan Juventus. Tantangan buat Alex Ferguson untuk berbicara banyak di Eropa sete­lah di tahun 1968, MU terakhir meraih trophy Eropa. Kini sebagai juara Piala FA, MU menjadi wakil Ingris untuk bermain di Piala Winners.  Berbeda dengan musim sebelumnya, Ferguson di musim ini mempermanenkan kontrak Les Sealey dan merekrut Denis Irwin dari Oldham Athletic untuk mengisi beck. MU memulai musim ini dengan baik. Di Charity Shield, mereka menjadi juara bersama Liverpool sete­lah bermain imbang 1-1. Di Liga Inggris Divsi Satu penampilan mereka terbilang lumayan.. Khusus untuk Lee Sharpe, Ferguson memuji setinggi langit dengan perkembangannya. Wingger sayap kiri tersebut bermain cukup meyakinkan. Salah satunya dengan hatricknya ke gawang Arsenal di Higbury pada babak ke-4 Piala Liga di mana MU menang 6-2.  Di kompetisi ini, MU terus melaju hingga mencapai final. Di partai puncak tersebut, MU menghadapi Sheffield Wednesday yang ditangani oleh mantan manager MU, Ron Atkinson. MU gagal meraih Piala tersebut setelah kalah 0-1 di mana tragedi terjadi setelah pertandingan karena penjaga gawang Les Sealey harus dibawa ke rumah sakit akibat cedera yang parah.

Di Liga langkah mereka lumayan dan berakhir di peringkat ke-6, namun perjalanan MU meninggalkan sedikit noda. Akibat pertengkaran hebat antar pemain ketika menghadapi Arsenal membuat poin kedua tim dikurangi. Arsenal mendapat potongan 2 poin sementara MU 1 poin. Tapi Arsenal tetap menjadi juara Liga sehingga pemotong­an poin tersebut tidak berarti. Gagal di domestik tapi sukses di Eropa. MU tampil gemilang di Piala Winners. MU menatap ke final di mana raksasa Eropa, Barcelona akan menjadi penantang mereka di Rotherdham.  Sebagai pemain yang pernah disia-siakan Barcelona, Mark Hughes memberi bukti dengan mencetak 2 gol di pertandingan itu. Kedua gol itu memberikan hukuman buat wakil Spanyol tersebut karena mereka hanya bisa membalas 1 gol lewat tendangan bebas Ronald Koeman. MU akhnya menang 2-1 dan untuk pertama kalinya menjuarai Piala Winners. Inilah awal dari kebangkitan MU sejak ditangani Alex Ferguson. Penghargaan lainnya di musim ini, Mark Hughes terpilih sebagai pemain terbaik kembali di Liga Inggris dan Lee Sharpe terbaik di antara pemain muda. Kini Ferguson meminta lebih. Dia siap menjawab tantangan keinginan fans yaitu menjuarai Liga Inggris setelah 24 tahun menanti gelar tersebut kembali ke Old Trafford.

Piala FA sudah, Piala Winners sudah, kini giliran gelar Liga yang dikejar oleh Ferguson. Raksasa asal Denmark menjadi pilihan Ferguson, yaitu Peter Schmeichel. Dengan biaya transfer sebesar £500,000, MU berhasil memboyong Schmeichel dari Brondby IF. Sementara posisi beck sayap terpilihnya Paul Parker untuk mengisi posisi beck kanan. Parker direkrut dengan harga £2.000.000 dari QPR. Untuk gelandang sayap, Ferguson merekrut pemain asal Rusia, Andrei Kanchelskis yang mempunyai lari cepat. Di samping itu Ferguson juga mempromosikan pemain berusia 17 tahun yang musim 1990/1991 debut dan mencetak 1 gol ketika menghadapi Man.City, Ryan Giggs.

MU melalui musim 199`/1992 dengan cukup meyakinkan. Mereka bersaing dengan Leeds United dari pertandingan pertama untuk menjadi jawara. Duet sayap Andrei Kanchelskis dan Ryan Giggs memberi warna baru. Keberadaan Giggs sukses menutup absennya Lee Sharpe yang mengalami cedera. Di Piala Super Eropa mereka berhasil mengalahkan Reds Star Belgrade 1-0 di Old Trafford di mana gol tunggal dicetak oleh Brian McClair. Inilah Piala perdana MU di ajang ini. Noda hitam di musim ini ada ketika MU harus tersingkir oleh Southampton di babak ke-4 Piala FA, melalui adu penalti, namun semua itu di maafkan dengan prestasi mereka di Piala  Liga. MU melaju ke final untuk ditantang Nottingham Forest yang ketika itu diperkuat Teddy Sheringham dan Roy Keane. Di menit 14 kerjasama satu dua Brian McClair dan Ryan Giggs membuat pendukung MU yang hadir di stadion Wembley bersorak. Aksi tidak egois Ryan Giggs membuat Brian McClair dengan mudah mencetak golnya yang ke-100 bersama MU sekaligus membuat MU meraih Piala Liga untuk pertama kali­nya sejak klub ini berdiri.

Berhasil di Piala Liga, MU berjuang di Liga yang bersaing ketat dengan Leeds United yang bamhkit dengan kehadiran Eric Cantona. MU diunggulkan dapat menjuarai Liga Inggris, namun hasil imbang 1-1 dengan Luton Town dan diikuti dengan kekalahan menghadapi Nottingham Forest 1-2 dan West Ham United 0-1 membuat posisi MU kian terpojok. Puncaknya ketika MU bertandang ke Anffield untuk menghadapi tuan rumah Liverpool, membutuhkan kemenangan, MU justru takluk 0-2 lewat gol Ian Rush dan dan Mickey Thomas. Kekalahan tersebut memastikan gelar juara Liga akhirnya direbut Leeds United. Suatu hari yang buruk bagi pasukan MU, namun jusstru hari inilah dijadikan penentu kesuksesan MU untuk tahun-tahun yang akan datang.

Sumber gambar: www.dailymail.co.uk

Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

HTML Snippets Powered By : XYZScripts.com