Sejarah MU (19); Masa Kejayaan II Sir Alex Ferguson (2007-2009)

 

Musim 2006/2007 belum mulai namun MU sudah mendapatkan masalah. Pertengkaran dua bintang muda, Wayne Rooney dan Cristiano Ronaldo di ajang Piala Dunia 2006 mengakibatkan Wayne Rooney di kartu merah. Inggris akhirnya kalah adu penalty menghadapi Portugal. Kondisi yang membuat Cristiano Ronaldo menjadi pemain yang paling dibenci di Inggris. Awalnya dia ingin hengkang, namun Sir Alex Ferguson segera turun tangan dan mendamaikan kedua bintang MU tersebut. Apalagi MU juga baru kehilangan Ruud van Nistelrooy yang hengkang ke Real Madrid. Dengan berdamainya Rooney dan Ronaldo, maka perjalanan MU di musim kompetisi ini pun berjalan lancar. Ronaldo dan Rooney bahu membahu untuk membawa MU kembali ke masa kejayaan. Dengan direkrutnya Michael Carrick membuat lini tengah MU juga solid di musim ini. Ronaldo menjadi top scorer MU dan berhasil membawa MU kembali menjuarai Liga Premier dengan mengalahkan Chelsea. Sayangnya gelar dobel gagal diusung setelah di final Piala FA, MU kalah 0-1 di final menghadapi Chelsea lewat gol Didier Drogba di perpanjangan waktu. Di Liga Champions, MU tersingkir di semifinal setelah ditumbangkan AC Milan walau sebelumnya MU memeahkan rekor kemenangan 7-1 atas wakil Italia lainnya, AS Roma di perempat final. Cristiano Ronaldo sendiri dinobatkan menjadi pemain terbaik Idan pemain muda terbaik Inggris.

Sir Alex Ferguson kemudian menyempurnakan timnya dengan merekrut bintang-bintang di musim 2007/2008. Luis Nani dari Sporting Lisbon, Anderson dari Porto, Owen Hargreaves dari Bayern Munchen, dan bintang asal Argentina, Carlos Tevez. Kehadiran mereka membuat kekuatan MU menjadi sangat solid. Cristiano Ronaldo menjelma dari bintang muda menjadi sang superstar. Gol demi gol disarangkannya hingga dia berhasil menembus menjadi pemain terbaik dunia bukan hanya di Inggris. Mengawali kompetisi dengan kemenangan 3-0 adu penalty di Comunthy Shield menghadapi Chelsea, MU akhirnya menjadi juara Liga kembali setelah kemenangan atas Wigan 2-0 di pertandinngan terakhir di mana gol dicetak oleh Ronaldo dan pemain senior, Ryan Giggs. MU juga berhasil ke final Liga Champions setelah di semifinal setelah menyingkirkan Barcelona 1-0 lewat gol berkelas, Paul Scholes. Di final MU menghadapi Chelsea di Moscow. MU unggul 1-0 terlebih dahulu lewat gol Cristiano Ronaldo namun disamakan oleh Frank Lampard. Hasil imbang 1-1 di waktu normal dan bertahan hingga perpanjangan waktu selesai. Adu penalty dan Cristian Ronaldo gagal mengeksekusi di penendang ketiga. Penendang penentu Chelsea, terpelesetnya kapten John Terry mebuat kedudukan imbang hingga terjadi sudden death. Edwin van der Sar menjadi pahlawan ketika menghalau penalty Nicolas Anelka. MU berhasil menjuarai Liga Champions untuk ketiga kalinya.

Musim 2008/2009 MU hampirtidak mengubah kekuatan. Hanya mendatangkan Dmitar Berbatov dari Tottenham dengan rekor transfer. MU kembali membuka kompetisi dengan meraih Piala Comunnity Shield setelah menang adu penalti lawan Portsmouth. Di liga,kekuatan MU tak terbendung. Kedalaman squadnya mmebuat mereka berpeluang menjuarai semua kompetisi yang diikutinya. Kalah di Piala Super, MU berhasil menjadi juara Dunia antar Club di Tokyo Jepang dan menjadi klub Inggris pertama yang menjuarai ajang tersebut. Di kompetisi domestik MU berhasil meraih Piala Liga dengan kemenangan adu penalti menghadapi Tottenham Hotspurs. Pahlwanan ketika ituadalah penjaga gawang Ben Foster.Hanya di Piala FA langkah mereka terhenti di semifnal setelah kalah adu penalti menghadapi Everton di Wembley. Di Liga MU tak terbendung dan berhasil menjuarai Liga Premier 3 kali berturut-turut. Sayangnya di Liga Champions, MU berhasil mencapai final di Roma dan harus takluk 0-2 menghadapi Barcelona.

Sumber gambar: footballrepublik.com

Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

HTML Snippets Powered By : XYZScripts.com