Sejarah MU (21); Era Baru (2014-2016)

banner mufc agustus1

 

Sir Alex Ferguson sudah pensiun, penggantinya pun langsung diputuskan mantan manjer Everton, David Moyes sebagai Chossen One. Kehadiran Moyes rupanya menimbulkan kepanikan buat para pemain MU.  Squad Alex Ferguson dipertahankan termasuk Wayne Rooney yang sebelumnya hendak hengkang dipertahankannya. Dia hanya merekrut mantan ank asuhnya di Everton, Maruone Fellaini dan Juan Mata dari Chelsea di pertengahan musim. Namun catatan baiknya dia berhasil menaikkan Adnan Januzaj dari tim akademi ke tim utama. Namun kondisi MU angin-anginan. Mereka gagal di semua ajang (kecuali Community Shield menang 2-0 atas Wigan).  Langkah mereka di Liga Champions terhenti di perempat final oleh Bayern Munchen. Di Piala FA mereka juga takluk di babak ke-3 oleh Swansea. Di Piala Liga mereka mencapai semifinal sebelum kalah adu penalti menghadapi Sunderland. Parahnya di Liga mereka keluar dari 4 besar dan berada di peringkat 7. Kesabaran fans pun goyah, Moyes akhirnya dipecat di bulan April dan digantikan sementara oleh Ryan Giggs sebagai manajer Player untuk 4 pertandingan terakhir.

Mengisi posisi Moyes, akhirnya manajer yang membawa Belanda juara 3 dunia 2014, Louis van Gaal terpilih. Dia mengangkat Ryan Giggs yang gantung sepatu sebagai pemain menjadi asistennya. Tidak berlaga di Eropa, MU memutuskan untuk membeli bintang-bintang kelas atas. Ander Herrera (Atletico Bilbao), Luke Shaw (Southampton), Dhany Blind (Ajax), Angel Di Maria (Real Madrid) dan Radamel Falcao (AS Monaco) plus Victor Valdes (Barcelona). Van Gaal juga mengorbitkan pemain muda macam Paddy McNair dan Tyler Blackett. Penerapan filosofi van Gaal ternyata banyak yang tidak bisa dijalankan para pemain lama. Nemanja Vidic memtuskan hengkang ke Inter Milan, demikian pula Rio Ferdinand (QPR), Patrice Evra (Juventus), Shinji Kagawa (Dortmunt) Danny Wellbeck (Arsenal), dan Alexander Butner (Moscow). Menyusul di pertengahan musim Darren Fletcher yang hengkang ke W.B.A. Tom Cleverley dan Javier Hernandez juga dipinjamkan ke Aston Villa dan Real Madrid. Awalnya kurang meyakinkan. Permainan MU cenderung tidak stabil dan banyak pemain bergantian cedera. Akhirnya seiiring jalannya waktu MU berhasil bangkit dengan berintikan Fellaini yang bangkit di tangan van Gaal berhasil mencapai peringkat 4 Liga.

Keberhasilan mengangkat kembali MU di musim pertama menambah harapan di musim 2015/2016. Rekrutan pun dilakukan dengan mendatangkan Sergio Romero (Sampdoria), Memphis Depay (PSV), Matteo Darmian (Torino), Morgan Schnederllin (Southampton), Bastian Schweinsteiger (Bayern Munchen) dan Anthony Martial (AS Monaco). Perengrutan mereka diiring dengan dilepasnya beberapa pemain seperti Angelo Di Maria, Radamel Falcao, Javier Hernandez, Tom Cleverley, Johny Evans, dan lain-lain. Penampilan MU cenderung membosankan dan para fans mulai muak dengan penampilan MU yang tanpa greget. Tersisih di Liga Champions dan turun kasta ke Liga Europa membuat teriakan untuk memecat Louis van Gaal. Namun Louis van Gaal berusaha membuktikan bahwa dirinya masih mampu menangani MU. Beberapa pemain muda ditampilkan dan menjadi tulang punggung MU. Jesse Lingard, Timothy Fosu-Mensah, dan terakhir yang fenomenal adalah Marcus Rashford yang mencetak dua gol di debutnya. MU memang gagal di posisi 4 besar, namun berhasil melaju di final Piala FA yang akhirnya mereka menangkan dengan skor 2-1 di babak perpanjangan waktu menghadapi Crystal Pallace. Walau sudah meraih gelar Piala FA, namun kegagalan membawa MU ke zona Liga Champions akhirnya membuat Louis van Gaal dipecat. Tak lama Jose Mourinho pun diumumkan sebagai manajer baru MU.

Sumber gambar: www.theguardian.com

Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

HTML Snippets Powered By : XYZScripts.com