Serangan Brutal Gary Neville untuk Ed Woodward

Berita MUFC- Manchester United kembali takluk dari lawannya. Kali ini mereka kalah 0-1 dari Newcastle United yang pekan sebelumnya digunduli Leicester City 5-0.

PERHATIAN! Pemuatan artikel kami di situs lain tanpa penulisan sumber lengkap serta penerapan kaidah yang diperbolehkan secara hukum merupakan pelanggaran pidana Hak Cipta. Setiap pelanggaran akan kami tuntut sesuai UU No 28 Tahun 2014 Pasal 113  tuntutan maksimal 10 tahun penjara dan/atau denda 4 miliar rupiah.

Ini adalah kekalahan ketiga Manchester United musim ini. Dan mereka terperosok di peringkat ke-12 klaemen EPL, dengan hanya terpaut 2 nilai dari zona degradasi.

Bukan kekalahannya yang menyesakkan bagi para fans, melainkan cara main para pemain yang seperti kehilangan arah dalam menyerang.

Mendominasi penguasaan bola, para pemain United seperti tak punya kreativitas untuk membongkar pertahanan rapat lawan. Mereka miskin tembakan ke arah gawang. Wajar saja jika kemudian mereka kecolongan gol di babak kedua.

Hal ini membuat berang para mantan pemain Manchester United. Salah satunya adalah ex-kapten, Gary Neville.

Ia menuding Ed Woodward tak becus mengendalikan klub sebesar Manchester United. Dan menuntut Glaezer melepaskan Woodward dari wewenang mengurusi masalah transfer.

Menurut Neville, Ole Gunnar Solksjaer bekerja tak optimal, karena banyak pemain dijual Woodward, tetapi hanya mendatangkan 3 pemain di musim panas.

Menurut Neville, selama Woodward berkuasa, ia telah menghabiskan banyak uang untuk mendatangkan pemain-pemain mahal seperti Angel di Maria, Alexis Sanchez, Memphis Depay, Morgan Schneiderlin, dan Henrikh Mkhitaryan. Tetapi para pemain itu terbukti tidak cocok berada di klub.

“Mereka memiliki Fellaini, Herrera, Smalling, Sanchez, Lukaku dan mungkin sekitar 4-5 pemain lain yang telah memiliki kesempatan memperkuat tim, tidak cocok dengan gaya klub, atau ada juga yang tak ingin berada di klub ini,” kata Neville.

“Jika saja para pemain itu masih ada di klub, tentu tim ini tak seburuk sekarang. Saya rasa Solskjaer menyadari itu, dan klub pun harusnya tahu itu.”

“Mereka harusnya sadar, tak akan memenangkan liga dan Liga Eropa dengan para pemain yang tersisa saat ini. Saya sangat tidak menikmati menyaksikan mereka bermain.”

“Saya rasa, Manchester United telah mengalami kemunduran yang luar biasa.”

Pendapat yang sama juga diutarakan oleh ex-MU lainnya, Paul Parker. Ia tidak menyalahkan Ole Gunnar Solskjaer atas buruknya penampilan tim. Tapi menuding manajemen-lah yang telah merusak United.

“Saya pikir bukan Solskjaer yang patut dipersalahkan. Ini masalah orang-orang yang berada di atas Solskjaer. Mereka tidak membiarkan solskjaer mengelola tim dan memilih timnya sendiri. Jadi, merekalah yang harus dipersalahkan.”

Hmm…para fans United tidaklah buta. Mereka tahu siapa yang bersalah dengan kondisi United saat ini. Sejak kepergian Fergie, sudah ada 2 pelatih kelas dunia yang datang menangani United, yaitu Louis van Gaal dan Jose Mourinho. Itu pun mereka belum berhasil membawa kembali kejayaan United.

Mereka kemudian dipecat dengan keluhan yang sama: manajemen United tidak profesional! Nggak beda kan dengan kondisi sekarang?

Nah, kita jadi tahu kan siapa yang harus dipersalahkan? Masalahnya, sangat sulit bagi seseorang untuk mengakui dirinya salah dan melakukan instropeksi diri. Bagaimana menurut kalian?

Baca   berita terbaru setiap hari, gabung dengan telegram kami di http://t.me/beritamufc

Baca  juga berita seru terbaru Manchester United lainnya di beritamufc.com

(RN)

Sumber Gambar: https://www.cnnindonesia.com

Share
HTML Snippets Powered By : XYZScripts.com