Strategi Parkir Bus Belum Bisa Diterapkan Sempurna di United

banner mufc agustus1

BeritaMUFC.com Jose Mourinho terkenal dengan strtagei bertahan total hingga disebut Parkir Bus. Ketika menahan imbang 0-0 menghadapi Liverpool, strategi itu hampir cukup sempurna, namun masih belum cukup untuk meraih kemenangan.


PERHATIAN! Kami telah mendeteksi adanya pelanggaran pidana Hak Cipta berupa pemuatan artikel kami di situs lain tanpa penulisan sumber yang lengkap serta penerapan kaidah yang diperbolehkan secara hukum. Setiap pelanggaran akan kami tuntut sesuai UU No 28 Tahun 2014 Pasal 113 dengan tuntutan maksimal 10 tahun penjara dan/atau denda 4 miliar rupiah.


Terlihat ketika menghadapi Chelsea, MU memiliki kelemahan kurang kreasinya mereka untuk mencetak gol, walau di sana ada penyerang sekelas Zlatan Ibrahimovic. Justru keberadaan Zlatan Ibrahimovic ini yang tidak mendukung permainan Paul Pogba.

Berulang kali MU berhasil merebut bola dan hendak menyerang balik. Pogba harus menunggu Zlatan Ibrahimovic yang tertinggal di belakangnya. Pogba yang berperan sebagai nomor 10 ketika itu pun harus mengolah bola lagi atau mengembalikan bola ke belakang atau malah bola direbut karena tidak ada penyerang yang membantunya di dalam kotak penalti.

Strategi itu memang selain membutuhkan penyerang bertubuh besar seperti Zlatan, namun juga membutuhkan pemain sayap yang bisa berlari cepat. Saat ini MU tak mempunyai sayap murni yang berlari cepat. Anthony Martial posisi sebenarnya penyerang dan lebih cenderung bermain dengan menahan bola dan membangun serangan, bukan untuk serangan balik. Demikian pula Marcus Rashford. Saat ini hanya Jesse Lingard yang bisa dikatakan pemain sayap yang siap. Ashley Young dan Memphis Depay masih ‘tertidur’ dari peforma terbaiknya, sementara Mkhitaryan masih sibuk beradaptasi di pelatihan.

Jika kita mundur ke belakang lagi, ketika Mourinho menangani Chelsea dan meraih dua gelar Premier League di musim 2004/2005 dan 2005/2006, di sana dia memiliki pemain pelari cepat ketika itu. Ada Arjen Robben, Joe Cole, dan Malaouda. Di Inter Milan dia ada Samuel Etoo yang bisa menjadi andalan Mourinho untuk serangan balik. Di Real Madrid tak usah ditanya lagi trio BBC adalah para pelari cepat. Di Chelsea masa keduanya, ada Oscar, Hazard, dan Fabregas sudah pas dengan formasi yang dibutuhkan.

Mungkin karena itu di MU ini Jose Mourinho baru sekali menerapkan strategi tersebut, karena dia tahu bahwa pemain-pemain MU belum cocok untuk mengandalkan serangan balik dan lebih menenkankan pola bola-bola atas dengan memanfaatkan postur tubuh yang tinggi.

Tunggu berita MU lainnya hanya di beritamufc.com. (Uck)

Sumber gambar: www.footyfeed.co.uk

Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

HTML Snippets Powered By : XYZScripts.com