Zlatan ke Guardiola: “Kamu Seperti Kencing di Celana Saat Menghadapi Mourinho!”

Berita MUFC  Menjelang pertemuan Manchester United dan Manchester City, Zlatan Ibrahimovic memanaskan suasana. Ia mengeluarkan statemen yang kemudian mengingatkan orang betapa buruknya hubungannya dengan Guardiola.

Pep Guardiola diakui saat ini sebagai salah satu pelatih terbaik di dunia. Tak kurang 21 gelar ia persembahkan selama melatih Barcelona dan Bayern Munchen. Meski begitu, banyak bekas anak asuhnya mengkritik kemampuan Guardiola dalam mengelola personal. Ia dianggap hebat dalam taktik, namun lemah dalam mengelola manusia.

Thomas Muller di Bayern Munchen, misalnya. Baru-baru ini mengatakan bahwa “Guardiola selalu sibuk dengan dunianya sendiri.” Lalu ada Dante, ex Bayern Munchen. “Ada pelatih yang menjadi terbaik dunia dalam urusan taktik. Tetapi dari sudut pandang humanis, tidak begitu bagus. Dalam hal ini, Guardiola masuk dalam kategori pelatih seperti ini,” ujar Dante.

Samuel Eto’o eks penyerang Barcelona malah pernah mengeluarkan pernyataan yang keras. “Guardiola tak memiliki keberanian untuk berbicara langsung kepada saya.”

Bagaimana dengan Zlatan?  Datang ke Barcelona pada 2009, hubungannya memburuk dengan Guardiola. Zlatan pun dijual ke AC Milan. Yang membuat Zlatan tidak terima adalah perlakuan Guardiola kepadanya. Guardiola nyaris tak pernah berbicara dan berdiskusi dengan pemain. “Saya merasa tidak punya masalah dengan siapa pun. Tidak ada seorang pun yang mengatakan kepada saya, kesalahan apa yang telah saya perbuat. Saya masih tak tahu apa yang terjadi, karena saya masih menanti jawaban.”

Perlakuan Guardiola itulah yang kemudian membuat Zlatan marah. Ia mengaku pernah memaki sang pelatih:

“Saya berteriak, ‘Kamu tak punya nyali! Kamu seperti kencing di celana saat menghadapi Mourinho. Pergilah ke neraka!”

Secara umum, Zlatan mengemukakan pendapatnya tentang Guardiola: “Sebagai seorang pelatih ia sungguh fantastis. Tetapi sebagai individu, ia bukanlah manusia.”

Ini kebalikan dengan hubungan Zlatan Ibrahimovic dan Mourinho. Meski kerap tampil arogan, Mou dianggap lebih bisa memperlakukan pemainnya sebagai manusia. Menjelang tampil di derby, Zlatan mengakui bahwa ia datang ke Premier League karena faktor Mourinho. Manchester United dengan Jose Mourinho sebagai manajernya, adalah tawaran yang tak bisa ditolak.

Dailly Star mengabarkan Mourinho meminta Zlatan Ibrahimovic memanfaatkan international break untuk beristirahat. Ia akan menjadi tumpuan United saat menghadapi the battle of Manchester. Siapa yang terbaik di kota Manchester?

Baca berita Manchester United lainnya di beritaMUFC.com (YG)

Sumber gambar: runningtheshowblog.wordpress.com

Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

HTML Snippets Powered By : XYZScripts.com